Nama
: Lutfi Fadthorik
NIM
: 16.11.0028
KELAS
: S1-TI-01
Kamera adalah suatu alat yang tidak bisa lepas dengan yang
namanya “Liburan”, ntah sendiri, berdua atau bersama keluarga.
Kamera dan foto sepertinya tidak pernah lepas dari suatu momen yang sangat
berharga bagi kita, apalagi momen itu hanya terjadi sekali dan tidak pernah
terulang lagi seumur hidup, seperti acara pernikahan dan lain sebagainya.
Walaupun saat ini handphone yang harganya 200 ribuan sudah ada fitur kameranya
namun rata-rata orang di dunia ini tidak bisa puas dengan apa yang dimiliknya.
Kebanyakan orang saat ini sudah menggunakan jenis kamera DSLR yang sudah dapat
mengabadikan momen dengan hasil yang memuaskan atau kamera yang saat ini
menjadi tranding topik yaitu Action Cam (kamera untuk
traveler). Namun semua orang itu kedudukannya tidak sama, ada yang bisa
membeli, ada juga yang tidak bisa. Disinilah peluang bisnis terbuka lebar bagi
mereka yang dapat membisniskan alat mereka untuk konsumen.
Namun disini kita akan membahas bagaimana cara kita dapat
memanfaatkan peluang bisnis ini tanpa modal atau tanpa membeli kamera yang
harganya jutaan rupiah. Ada beberapa hal yang harus kita miliki untuk memulai
bisnis sewa kamera atau jasa foto ini. Yang pertama kita akan membahas tentang
bagaimana kita dapat berbisnis penyewaan kamera.
1. Bisnis Penyewaan Kamera
Tanpa Modal
Ada beberapa hal yang harus kita penuhi terlebih dahulu :
Yang pertama, yaitu kita harus mempunyai skil atau kemampuan
untuk memahami komponen-komponen dari sebuah kamera, cara merawatnya dan
tekhnik-tekhnik dasar fotografi (kalian bisa belajar secara individual melalui
internet atau minta bantuan teman fotografer untuk mengajarinya)
Kedua, kalian mempunyai teman seorang fotografer atau teman yang
mempunyai kamera namun jarang dipakai.
Ketiga, kita harus mempunyai kesepakatan dengan teman kita kalau
akan berbisnis dengannya. Terutama membahas tentang keuntungan dan kesepakatan
jika barang tersebut rusak jika kita sewakan. Untuk masalah keuntungan kita
buat kesepakatan untuk membagi keuntungan karena kita sama-sama kerja dan
mencari penghasilan. Kita bisa buat kesepakatan kita abil 25%-40% dari hasil
sewa. Mengapa kita hanya mendapat keuntungan 25%-40%? Karena kita tidak
bermodal apa-apa jadi jangan banyak-banyak ambil keuntungannya.
Keempat, kita dapat memasarkan penyewaan kamera tersebut. Untuk
masalah pemasaran kita harus sepandai-pandainya mungkin dapat memikat hati
konsumen. Yaitu dengan mengadakan promo atau penawaran-penawaran menarik
lainnya. Menurut saya saat ini untuk memasarkan barang atau jasa
sangatlah mudah karena tersedianya internet dan sosial media, kita dapat
memostingnya di OLX, Facebook, Blog atau yang lain tanpa mengeluarkan biaya
cetak.
Kelima, yang tidak boleh kelewatan yaitu kita harus dapat
mengerti komponen, kelemahan dan cara perawatan kamera dengan baik. Apabila ada
kerusakan setelah proses penyewaan kita dapat mengetahui dan dapat meminta
pertanggung jawaban dari konsumen kita (Sebelumnya sudah menjadi kesepakatan
antara kedua pihak).
Keenam, kita dapat memanfaatkan peluang, seperti saat liburan
kita menaikkan harga namun kita juga harus memberikan promo agar konsumen
tertarik.
2. Bisnis Jasa Foto (Fotografer Bayaran)
Ada beberapa hal penting yang harus kita kuasai jika kita ingin
berbisnis jasa foto, ntah di acara pernikahan maupun, pesta, maupun di wisata.
Pertama, untuk masalah alat mungkin kita dapat meminjam atau
menyewa dari teman kita. Kalau bisa punya kamera sendiri agar kita nyaman
memakainya (bagi yang punya uang). Untuk acara pernikahan “Wedding” dan
foto studio mungkin kalau mau membeli perlengkapannya sangat mahal. Maka dari
itu bagaimana sebisa mungkin kita berbisnis namus tanpa modal. Kita dapat ikut
membantu teman kita yang sudah menjadi fotografer bayaran, dan peran kita
sebagai pembantu foto dan sebagai yang memasarkan. Keuntungannya juga tidak
kalah dengan penyewaan kamera.
Kedua, jikalau kita ingin menjadi fotografer pembantu “second
photograph” maka kita harus bisa menguasai tekhnik-tekhnik fotografi.
Namun jika ingin menjadi edior kita harus bisa menguasai ilmu editing foto
tetapi alangkah baiknya jika dapat menguasai kedua-duanya baik untuk jasa foto
pernikahan, pesta maupun foto di tempat wisata.
Ketiga, harus pandai-pandai memanfaatkan peluang, jikalau saat
musim liburan kita menjadi traveler fotografi atau jasa foto di tempat wisata
(karena rumah saya dekat dengan banyak wisata). Saat musim pernikahan kita
menjual jasa foto kita di acara pesta perinikahan. Intinya kita fleksibel untuk
memanfaatkan kesempatan yang ada dan dapat menghasilkan uang.
Itulah sedikit
inspirasi untuk bisnis penyewaan kamera dan jasa foto sesuai pengalaman saya.
Intinya untuk berbisnis itu tidak harus mengeluarkan uang, yang terpenting kita
mempunyai kemampual (skill) untuk menguasainya. Semoga artikel ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dan bagi yang mau mencoba semoga sukses dan
keuntungannya dapat ditabung untuk kedepannya agar kita bisa mempunyai modal
untuk bisnis yang lebih besar. Terimakasih..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar